PIJAR MEDIA, MESUJI – Pemerintah Kabupaten Mesuji terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka putus sekolah melalui kolaborasi strategis lintas instansi. Melalui inovasi unggulan Fokus Sapa Rumah (FSR), tim gabungan yang dipimpin Dinas Pendidikan menyambangi kediaman wali murid di wilayah SDN 5 Tanjung Raya guna menghadirkan solusi nyata bagi siswa yang terkendala melanjutkan pendidikan.
Langkah konkret ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Fittrya Sari, S.Si., M.M., didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Tidak bergerak sendiri, Dinas Pendidikan turut menggandeng Dinas P3AP2KB, Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, serta UPTD PPA Kabupaten Mesuji untuk melakukan intervensi menyeluruh dari berbagai aspek, Sabtu (11/04/2026).
Intervensi Menyeluruh Melalui FSR
Program FSR bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya jemput bola untuk memahami akar permasalahan yang dihadapi keluarga siswa. Dalam dialog yang berlangsung hangat di rumah warga, tim lintas sektor memetakan berbagai kebutuhan, mulai dari pendampingan psikologis, bantuan jaring pengaman sosial, hingga dukungan operasional pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Fittrya Sari, menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi pilar utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Tujuan kita satu: memastikan anak-anak Mesuji kembali ke bangku sekolah. Dengan duduk bersama wali murid, kita bisa memberikan solusi yang tepat sasaran, baik itu kendala ekonomi maupun motivasi. Sinergi ini adalah kunci untuk masa depan Mesuji yang lebih cerah,” ujar Fittrya Sari.
Apresiasi Pihak Sekolah
Langkah proaktif pemerintah daerah ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 5 Tanjung Raya, Duki Riyanto, S.Pd., menyatakan bahwa kehadiran tim gabungan membawa harapan baru bagi keberlangsungan pendidikan siswa yang terancam putus sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi FSR ini. Terkadang pihak sekolah memiliki keterbatasan dalam menjangkau persoalan internal keluarga siswa. Dengan turunnya langsung Ibu Kadis Pendidikan beserta dinas terkait, persoalan yang menghambat anak didik kami bisa diurai dengan solusi nyata. Kami di sekolah siap mengawal dan menyambut kembali anak-anak ini di kelas,” ungkap Duki Riyanto.
Komitmen Peningkatan IPM
Kolaborasi ini mencerminkan semangat “Bergerak Bersama” yang diusung Kabupaten Mesuji. Dengan melibatkan Dinas Sosial dan P3AP2KB, penanganan anak putus sekolah tidak lagi menjadi beban satu dinas, melainkan tanggung jawab kolektif.
Intervensi yang diberikan mencakup bantuan sosial bagi keluarga tidak mampu serta perlindungan hak anak agar mereka mendapatkan lingkungan yang mendukung untuk belajar.
Pemerintah Kabupaten Mesuji mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengawal pendidikan anak sebagai prioritas utama. Melalui program FSR, diharapkan tidak ada lagi anak di Bumi Ragab Begawe Caram yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena kendala teknis maupun ekonomi. (Kotan).













