PIJAR MEDIA, TUBABA— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 Kabupaten Tubaba. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di daerah.
Rapat berlangsung di Ruang Sidang DPRD Tubaba, pada Senin (06/04/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai instansi. Pemerintah Provinsi Lampung juga turut hadir diwakili oleh Inspektur Bayana, sementara Bupati Tubaba Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, serta pimpinan DPRD turut hadir memimpin jalannya sidang.
Ketua DPRD Tubaba Busroni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan hari jadi daerah merupakan momen penting untuk memperkuat rasa kebersamaan dan identitas daerah. Ia menegaskan, penggunaan pakaian adat Lampung dalam paripurna menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus upaya memperkuat jati diri masyarakat di tengah keberagaman.
“Dengan mengusung tema ‘Berdaya Bersama’, kami berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah terus terjaga demi percepatan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Busroni juga mengapresiasi capaian Kabupaten Tubaba yang meski baru berusia 17 tahun, telah menunjukkan berbagai kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan lainnya.
Sementara itu, Bupati Tubaba Novriwan Jaya dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke 17 sebagai titik tolak dalam memperkuat komitmen pembangunan.
“Melalui semangat ‘Bertumbuh, Berdaya, Bersama’, mari kita jadikan tema ini sebagai aksi nyata dalam menghadapi tantangan zaman dan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan,” kata Novriwan.
Ia memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan daerah pada 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen, peningkatan PDRB per kapita menjadi Rp55,87 juta, serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,71 persen. Selain itu, angka kemiskinan juga turun menjadi 6,72 persen, disertai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 70,61.
Menurut Novriwan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat. Ke depan, pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan dan pemberdayaan UMKM.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung program prioritas nasional, seperti penguatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan ekonomi berbasis desa.
Dalam kesempatan yang sama, sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Inspektur Provinsi, Bayana, menyampaikan apresiasi atas kemajuan Kabupaten Tubaba, khususnya dalam penguatan identitas budaya dan inovasi pembangunan.
Pemerintah Provinsi, lanjutnya, mendorong agar efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional tidak mengurangi kualitas pelayanan publik, melainkan lebih menajamkan prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Momentum HUT ke 17 ini diharapkan menjadi refleksi sekaligus motivasi untuk terus bergerak maju melalui kerja nyata, kolaborasi, dan semangat gotong royong,” demikian disampaikan Bayana dalam sambutan tersebut.
Berdasar pantauan media, rapat paripurna berlangsung khidmat dengan rangkaian acara, mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan, pertunjukan tari tradisional Siger Pangunten, hingga doa bersama.
Peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai upaya refleksi atas perjalanan 17 tahun pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. (Rian)













