Ngabuburit Pengawasan: Bawaslu Mesuji Ajak Pengawas Pemilu Bersihkan Hati di Bulan Ramadan

PIJAR MEDIA, MESUJI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menggelar kegiatan “Ngabuburit Pengawasan” sebagai sarana refleksi spiritual bagi jajaran pengawas pemilu.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/03/2026) ini menghadirkan Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, S.Pd., sebagai narasumber utama.

​Dalam tausiyahnya, Wahyu menekankan bahwa esensi ibadah Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum untuk membersihkan diri dari berbagai penyakit hati. Menurutnya, integritas seorang pengawas pemilu sangat dipengaruhi oleh kejernihan hati dan niatnya dalam menjalankan tugas.

​Empat Penyakit Hati yang Harus Dihindari
​Wahyu menguraikan empat poin kritis yang perlu diwaspadai agar ibadah dan kinerja tetap bernilai keberkahan:

​Tamak (Keserakahan): Sikap tidak pernah merasa cukup yang berpotensi menabrak batasan etika dan hukum demi kepentingan pribadi.
​Iri dan Dengki: Munculnya rasa tidak senang atas keberhasilan orang lain yang dapat merusak kerja sama tim.
​Sombong: Merasa lebih unggul karena jabatan atau kedudukan, sehingga cenderung merendahkan orang lain.
​Riya (Ingin Dipuji): Melakukan kebaikan atau tugas hanya demi mendapatkan pengakuan publik, bukan karena keikhlasan dan profesionalisme.
​”Melalui momentum Ramadan ini, kami berharap seluruh insan pengawas pemilu dapat terus menjaga keikhlasan. Memperbaiki diri bukan hanya soal spiritualitas pribadi, tetapi juga memperkuat nilai integritas dalam mengawal demokrasi,” ujar Wahyu di sela-sela kegiatan.

​Penguatan Nilai Spiritual
​Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini dirancang sebagai ruang diskusi yang santai namun sarat makna. Bawaslu Mesuji meyakini bahwa pengawasan pemilu yang berintegritas bermula dari karakter individu yang memiliki kontrol diri yang kuat.

​Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan jajaran pengawas pemilu di Kabupaten Mesuji dapat menjalankan mandatnya dengan lebih amanah, jujur, dan transparan, sejalan dengan nilai-nilai kesucian bulan Ramadan.

BACA JUGA :  Pemkab Tubaba Mulai Rekrut Paskibraka 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Yang perlu diwaspadai agar ibadah dan kinerja tetap bernilai keberkahan:
​Tamak (Keserakahan): Sikap tidak pernah merasa cukup yang berpotensi menabrak batasan etika dan hukum demi kepentingan pribadi.
​Iri dan Dengki: Munculnya rasa tidak senang atas keberhasilan orang lain yang dapat merusak kerja sama tim.
​Sombong: Merasa lebih unggul karena jabatan atau kedudukan, sehingga cenderung merendahkan orang lain.
​Riya (Ingin Dipuji): Melakukan kebaikan atau tugas hanya demi mendapatkan pengakuan publik, bukan karena keikhlasan dan profesionalisme.

“Melalui momentum Ramadan ini, kami berharap seluruh insan pengawas pemilu dapat terus menjaga keikhlasan. Memperbaiki diri bukan hanya soal spiritualitas pribadi, tetapi juga memperkuat nilai integritas dalam mengawal demokrasi,” ujar Wahyu di sela-sela kegiatan.

​Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini dirancang sebagai ruang diskusi yang santai namun sarat makna. Bawaslu Mesuji meyakini bahwa pengawasan pemilu yang berintegritas bermula dari karakter individu yang memiliki kontrol diri yang kuat.

​Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan jajaran pengawas pemilu di Kabupaten Mesuji dapat menjalankan mandatnya dengan lebih amanah, jujur, dan transparan, sejalan dengan nilai-nilai kesucian bulan Ramadan. (Kotan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *