PIJAR MEDIA— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mencatat sebanyak 70 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Yayasan terdaftar pada tahun 2026.
Sekretaris Kesbangpol Tubaba, Mubaraq Daud, mengatakan jumlah organisasi itu menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 97 organisasi. Namun, data tersebut bersifat dinamis dan masih dapat berubah seiring masa berlaku administrasi organisasi.
“Data ini masih bisa berubah. Bisa berkurang karena Surat Tanda Lapor Keberadaan (STLK) hampir habis masa berlakunya, atau bertambah karena ada organisasi baru yang mendaftar maupun pergantian kepengurusan,” kata Mubaraq, mendampingi Kepala Badan Kesbangpol Tubaba saat dikonfirmasi, Rabu (25/02/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Tubaba, Rensi Pebreni, mendampingi Sekretaris dan Kepala Badan Kesbangpol Tubaba, menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, penerima dana hibah di bidangnya berjumlah sekitar 15 Ormas dengan mayoritas menerima bantuan Rp10 juta per organisasi.
“Untuk tahun 2026, alokasi hibah diperkirakan tidak mengalami perubahan, baik dari sisi jumlah penerima maupun total anggaran, tetap berkisar Rp150 juta,” ujar Rensi.
Namun demikian, Kesbangpol Tubaba masih menghadapi kendala klasik dalam pengelolaan hibah, yakni keterlambatan penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) oleh sejumlah penerima bantuan.
“SPJ seharusnya diserahkan paling lambat satu bulan sebelum akhir tahun anggaran. Sampai sekarang masih ada yang belum menyetor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan teguran tertulis hingga peringatan ketiga. Apabila tetap diabaikan, organisasi bersangkutan akan dicoret dari daftar penerima hibah pada tahun berikutnya.
Untuk meningkatkan akuntabilitas dan memastikan keberadaan organisasi secara nyata, Kesbangpol Tubaba juga akan memperkuat program pembinaan melalui verifikasi faktual ke lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan Ormas, LSM, dan Yayasan benar-benar aktif serta sesuai dengan data administrasi yang terdaftar.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas organisasi. Beberapa kali verifikasi sudah dilakukan,” jelas Rensi.
Dalam proses pemantauan tersebut, Kesbangpol Tubaba menegaskan tidak menemukan Ormas, LSM, maupun Yayasan yang terindikasi atau mengarah pada jaringan radikalisme di wilayah Kabupaten Tubaba.
“Kesbangpol berharap, melalui pembinaan berkelanjutan dan penegakan disiplin administrasi, peran Ormas dan LSM di Tubaba dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial dan politik,” pungkasnya. (Red)












