Kemenkes Tinjau Layanan Dialisis, Bantuan Gedung Rp128 Miliar RSUD Ditargetkan Rampung November

Foto : Visitasi Kemenkes RI di RSUD Tubaba

PIJAR MEDIA — Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus digenjot. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melakukan verifikasi lapangan kesiapan layanan dialisis (hemodialisis/cuci darah) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba.

Verifikasi tersebut merupakan tahapan penting dalam proses perizinan sebelum layanan cuci darah resmi dioperasikan. Tim Kemenkes menilai kesiapan rumah sakit secara menyeluruh, meliputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga kesiapan alat kesehatan penunjang layanan dialisis, Jumat (20/02/2026).

Direktur RSUD Tubaba, Pramono Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa hasil verifikasi akan disampaikan Kemenkes kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam waktu sekitar satu minggu.

“Target kami operasional pada Maret 2026,” ujarnya, saat dikonfirmasi awak media.

Saat ini RSUD telah menyiapkan 10 tempat tidur hemodialisis dengan kapasitas pelayanan hingga 20 pasien per hari. Namun demikian, karena mayoritas pasien merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit masih harus melalui proses credentialing dengan BPJS Kesehatan.

Selain verifikasi layanan dialisis, tim Kemenkes juga sekaligus melihat kesiapan bantuan pembangunan fisik gedung RSUD Tubaba yang didukung melalui program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat).

“Saat ini proses lelang proyek pembangunan telah selesai dan dimenangkan oleh PT PP (Persero) dengan nilai hasil lelang sebesar Rp128 miliar dari pagu awal Rp130 miliar,” kata Pramono.

Menurutnya, lokasi pembangunan gedung baru yang merupakan bantuan dari APBN Pemerintah Pusat itu direncanakan berada di area tengah RSUD, di antara Gedung A dan Gedung D.

“Kita masih menunggu arahan Kemenkes terkait waktu pelaksanaan pembangunan gedung baru di Tubaba, apakah diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis atau langsung dimulai pembangunan fisik. Sesuai kontrak, proyek tersebut ditargetkan rampung paling lambat November 2026. Tentunya ini menjadi langkah positif peningkatan pelayanan RSUD yang lebih baik kedepannya, sekaligus mensupport layanan hemodialisis yang akan segera kita jalankan maupun layanan lainnya,” terangnya

BACA JUGA :  Dari Cek Kesehatan hingga Sampah Plastik, Nadirsyah Dorong Perubahan Pola Hidup Warga

Sementara itu, Ketua PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) Lampung, dr. Lukman Pura, yang juga ikut dalam tim verifikasi bersama Kemenkes, menilai pembukaan layanan hemodialisis di RSUD Tubaba sangat strategis.

Ia menyebut kebutuhan layanan cuci darah terus meningkat seiring perubahan pola hidup dan konsumsi obat-obatan masyarakat.

“Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat di daerah pelosok tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di kota besar, sehingga tentunya kami sangat mendorong segera beroperasinya layanan hemodialisis RSUD Tubaba ini,” pungkasnya.

Verifikasi layanan dialisis dan percepatan bantuan pembangunan fisik gedung RSUD Tubaba diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Tulang Bawang Barat dan sekitarnya.

Berdasar pantauan media, adapun pegawai yang ditugaskan dari Kemenkes pada kegiatan itu, yaitu, Ns Nur Zahrah, S.Kep Administrator Kesehatan Ahli Pertama, Puguh Winanto, SH, MH Analis Hukum Ahli Pertama, dan Armawati, SKM., M.Kes Administrator Kesehatan Ahli Madya. Hadir pula pada acara itu Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Tubaba Eri Budi Santoso, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Tubaba Eka Riana beserta jajarannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *