PIJAR MEDIA — Kinerja investasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, sepanjang 2025 mencatatkan lonjakan signifikan. Dari target Rp105 miliar, realisasi investasi daerah ini menembus Rp236,14 miliar atau setara 224,90 persen, menandai optimisme iklim usaha dan kepercayaan investor yang terus menguat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tubaba, Ahmad Hariyanto, mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil akumulasi investasi sepanjang empat triwulan pada 2025.
“Realisasi ini menunjukkan tren yang sangat positif dan melampaui ekspektasi,” kata Ahmad Hariyanto saat dikonfirmasi media, Senin (23/02/2026).
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi per triwulan tercatat, Triwulan I sebesar Rp61,52 miliar, Triwulan II Rp46,07 miliar, Triwulan III Rp111,04 miliar, dan Triwulan IV Rp17,50 miliar. Triwulan III menjadi kontributor terbesar, mencerminkan puncak aktivitas penanaman modal pada paruh kedua tahun berjalan.
“Dari sisi sektor, investasi 2025 disokong berbagai bidang usaha, mulai dari industri makanan, perdagangan dan reparasi, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, jasa lainnya, industri kayu, konstruksi, hotel dan restoran, hingga transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Industri makanan tampil dominan, menyumbang lebih dari separuh total nilai investasi,” jelasnya.
Menurut Hariyanto, untuk 2026, Pemerintah Kabupaten Tubaba menetapkan target investasi Rp115,5 miliar, naik dari target sebelumnya yang hanya 105 Miliar. Target tersebut diyakini realistis seiring langkah pembenahan iklim investasi dan peningkatan kualitas layanan perizinan.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat kendala teknis. Di antaranya penyesuaian dan pembaruan sistem Online Single Submission (OSS), proses perizinan yang memerlukan waktu lebih panjang, serta kewajiban pembayaran PNBP per KBLI dan proses Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang membutuhkan waktu serta biaya tambahan.
“Oleh karenanya, kita tengah menyiapkan Satgas Penertiban Perizinan dan perbaikan sistem layanan untuk memangkas hambatan. Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis target 2026 tercapai dan investasi dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” pungkasnya. (Red)












