Inflasi Lampung Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Stabilitas Harga Pasca Lebaran 2026

Foto : Rapat Inflasi Daerah Lampung

PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Berdasarkan data terbaru, inflasi Lampung menjadi yang terendah secara nasional dengan angka 1,16 persen secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2026, serta masuk 10 besar provinsi dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,15 persen.

Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (06/04/2026).

Secara nasional, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa inflasi Maret 2026 tetap terkendali meski bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran. Inflasi bulanan tercatat sebesar 0,41 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 3,48 persen.

“Inflasi pada Maret 2026 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,32 persen. Kenaikan ini seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Amalia.

Meski terjadi peningkatan permintaan, pemerintah dinilai mampu meredam lonjakan harga melalui sejumlah kebijakan strategis. Di antaranya pemberian diskon tarif transportasi serta pengendalian distribusi pangan. Bahkan, beberapa komoditas mencatatkan penurunan harga, seperti tarif angkutan udara, tarif jalan tol, dan emas perhiasan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa tren inflasi nasional menunjukkan perbaikan signifikan. Ia menyebutkan, inflasi tahunan yang sebelumnya berada di atas 4 persen kini turun menjadi 3,48 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah sebesar 2,5±1 persen.

“Pengendalian inflasi harus dilihat dari dua sisi, yaitu year-on-year untuk gambaran umum dan month-to-month untuk langkah cepat. Dari Februari ke Maret, inflasi turun dari 0,68 persen menjadi 0,41 persen, ini menunjukkan tren positif,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Tetapkan UMP 2026 Rp3,047 Juta, Tubaba Ikuti Upah Provinsi

Namun demikian, lanjut dia, sejumlah komoditas pangan masih perlu diwaspadai, seperti bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga di berbagai daerah. Kendati begitu, tren pasca Lebaran menunjukkan adanya normalisasi harga di sejumlah wilayah.

Khusus di Lampung, rendahnya inflasi menjadi indikator kuat efektivitas sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Hal ini juga diperkuat dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan pertama April 2026 yang tercatat turun sebesar -0,8 persen, menandakan harga mulai stabil.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui pemantauan rutin, penguatan koordinasi lintas sektor, serta intervensi tepat sasaran terhadap komoditas strategis.

“Dengan capaian ini, Lampung tidak hanya menunjukkan ketahanan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan optimisme bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *