Bupati Tubaba Lepas Perana Putera, Ungkap Strategi Hadapi Pensiun

Foto : Pelepasan Purna Bhakti Perana Putera

PJAR MEDIA, TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, menggelar prosesi pelepasan purna bhakti Inspektur Kabupaten, Perana Putera.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat di Ruang Bupati, Senin (30/03/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan apel bulanan dan halal bihalal bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Iwan Mursalin serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Tubaba.

Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, dalam sambutannya mengenang perjalanan panjangnya bersama Perana Putera di dunia birokrasi. Ia menekankan pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang sehat sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi.

“Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memimpin organisasi dengan sukses, tetapi juga mampu menyiapkan regenerasi dengan memberdayakan bawahannya sesuai tugas dan fungsi,” ujar Novriwan, mengutip pesan tokoh senior Fauzi Hasan.

Novriwan memberikan apresiasi tinggi kepada Perana Putera yang dinilainya sebagai sosok birokrat berintegritas dan konsisten menjaga profesionalisme selama bertugas.

“Pak Perana adalah tempat saya belajar menjadi birokrat yang lurus, tidak ke kanan maupun ke kiri. Beliau mencapai puncak kariernya dengan sangat baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Novriwan juga membagikan strategi menghadapi masa pensiun kepada seluruh ASN. Ia menegaskan bahwa persiapan kemandirian ekonomi harus dilakukan jauh sebelum memasuki masa purna tugas.

Menurutnya, ASN idealnya sudah menyiapkan usaha atau sumber penghasilan lain setidaknya 10 tahun sebelum pensiun, agar tetap produktif dan memiliki nilai di tengah masyarakat.

“Jangan menunggu pensiun baru memulai usaha. Sepuluh tahun sebelumnya harus sudah dipersiapkan agar saat purna tugas, usaha tersebut sudah berjalan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pengelolaan dana Korpri Tubaba yang saat ini mencapai sekitar Rp800 juta. Ia berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan anggota, termasuk sebagai akses permodalan bagi ASN menjelang masa pensiun, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Dihadiri Gubernur, Musrenbang RKPD 2027 Tubaba Fokus UMKM dan Sektor Unggulan

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Perana Putera memastikan seluruh tanggung jawab kedinasannya telah diselesaikan. Ia mengapresiasi kerja tim yang berhasil mencapai 100 persen pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di lingkungan Pemkab Tubaba.

Namun, ia mengingatkan bahwa tingkat kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) masih perlu ditingkatkan karena baru mencapai 53 persen.

“Masih ada waktu hingga 30 April. Saya harap seluruh ASN yang belum melapor dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Perana Putera menutup pengabdiannya di usia 60 tahun setelah menorehkan perjalanan panjang sebagai birokrat. Ia mengawali karier dengan 19 tahun pengabdian di Lampung Utara, sebelum melanjutkan lebih dari 16 tahun di Tubaba dengan berbagai jabatan strategis, seperti Kepala Dinas Pendidikan, Asisten Bidang Pemerintahan, hingga Penjabat Sekretaris Daerah.

Menutup sambutannya, Perana menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

“Selama di Inspektorat, saya berusaha tidak menerima, apalagi meminta apa pun. Saya berharap nilai ini tetap dijaga oleh rekan-rekan yang masih bertugas,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *