BKPSDM Catat Jumlah ASN Tubaba Capai 5.571 Orang, Ini Rinciannya

Foto : Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi dan Fasilitas Profesi ASN BKPSDM Tubaba

PIJAR MEDIA, TUBABA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mencatat jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah Tubaba telah mencapai 5.571 orang.

Data tersebut disampaikan Kepala BKPSDM Tubaba melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi dan Fasilitas Profesi ASN , Feri Yanto, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Kamis (05/03/2026).

Feri menjelaskan, berdasarkan data hingga Desember 2025, jumlah ASN tersebut terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu.

“Untuk PNS, jumlahnya terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 379 orang, tenaga teknis 1.110 orang, dan guru 1.116 orang,” terang Feri.

Sementara itu, untuk PPPK penuh waktu, tercatat guru sebanyak 627 orang, tenaga kesehatan 18 orang, serta tenaga teknis 94 orang.

Adapun PPPK paruh waktu jumlahnya cukup besar, yakni guru 544 orang, tenaga kesehatan 278 orang, dan tenaga teknis 1.405 orang.

“Total keseluruhan ASN di Tubaba berdasarkan data update Desember 2025 mencapai 5.571 orang,” kata Feri.

Ia menambahkan, pada awal tahun 2026 ini memang terdapat perubahan pada jumlah PNS di Tubaba. Jika sebelumnya tercatat total 2.605 orang, kini berkurang menjadi 2.560 orang.

“Penurunan jumlah tersebut disebabkan adanya pegawai yang memasuki masa pensiun serta beberapa ASN yang pindah tugas ke daerah lain. Jadi data ASN ini fluktuatif setiap waktu,” jelasnya.

Terkait kemungkinan perekrutan ASN pada tahun 2026, Feri mengatakan hingga saat ini Pemkab Tubaba belum mengajukan permintaan formasi melalui sistem E-Formasi Kementerian PAN-RB.

“Untuk perekrutan ASN 2026, saat ini belum ada permintaan di sistem E-Formasi Menpan RB. Jadi ada kemungkinan tidak ada perekrutan baru,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bantuan Mantra Tubaba Cair, 5.000 Warga Terima Rp400 Ribu Jelang Akhir Tahun

Namun demikian, jika nantinya terdapat kebutuhan tambahan pegawai, pemerintah daerah akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan daerah terkait jumlah formasi yang akan diusulkan.

Menurut Feri, saat ini kebutuhan formasi ASN di Tubaba sebenarnya sudah banyak diisi oleh tenaga PPPK, baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu.

Ia juga menjelaskan bahwa PPPK paruh waktu memiliki peluang menjadi PPPK penuh waktu tanpa mengikuti tes ulang, apabila terdapat formasi kosong, misalnya karena adanya pegawai yang pensiun.

“Jika ada formasi yang kosong, PPPK paruh waktu bisa diangkat menjadi PPPK penuh waktu tanpa tes, menyesuaikan dengan kebutuhan, kinerja, dan kemampuan anggaran,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *