Bank Sampah Tubaba Tembus 55 Unit, DLH Targetkan 103 dan Percepat Integrasi dengan MBG

Foto : Kepala DLH Tubaba Iwan Setiawan

PIJAR MEDIA — Jumlah Bank Sampah di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, kini mencapai 55 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, menargetkan pembentukan 103 unit sekaligus mempercepat integrasinya dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala DLH Tubaba, Iwan Setiawan, mengatakan keberadaan 55 Bank Sampah Unit (BSU) tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah dalam menerapkan prinsip satu tiyuh (desa) satu Bank Sampah sebagai implementasi konsep Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Total saat ini kurang lebih ada 55 Bank Sampah yang tersebar di seluruh kecamatan dan tiyuh. Ke depan, kami menargetkan 103 unit agar seluruh tiyuh dan kelurahan memiliki Bank Sampah,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, Sabtu (28/02/2026).

Iwan memaparkan, adapun persebaran Bank Sampah saat ini meliputi Tulang Bawang Tengah sebanyak 10 unit, Way Kenanga 11 unit, Tulang Bawang Udik dan Lambu Kibang masing-masing 7 unit, Batu Putih 7 unit, Tumijajar dan Gunung Agung masing-masing 4 unit, Pagar Dewa 3 unit, serta Gunung Terang 2 unit.

Ia juga menjelaskan sistem pengelolaan Bank Sampah dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat. Prosesnya dimulai dari pemilahan sampah di rumah tangga, penyetoran ke Bank Sampah, penimbangan dan pencatatan sebagai tabungan, hingga penyaluran ke pengepul atau mitra daur ulang.

“Hasil penjualan sampah tidak hanya menjadi tabungan bagi nasabah, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial di tiyuh, seperti pembangunan masjid, santunan anak yatim, pembayaran iuran BPJS, kegiatan pengajian, hingga dana rukun kematian,” terangnya.

Menurut dia, pola tersebut efektif mengurangi timbulan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

BACA JUGA :  Investasi di Tubaba Capai 224 Persen, Industri Makanan Jadi Motor Utama, 2026 Target Naik

“DLH Tubaba juga mendorong percepatan integrasi Bank Sampah dengan Program MBG, terutama dalam pengelolaan sampah dapur yang dihasilkan dari aktivitas penyediaan makanan,” jelasnya.

Melalui pemilahan sejak dari dapur MBG, pengumpulan terjadwal, dan penyaluran sampah anorganik ke Bank Sampah, lingkungan dapur diharapkan lebih bersih dan higienis.

“Bank Sampah berperan strategis dalam mendukung dapur MBG agar lebih tertib dalam pengelolaan sampah, sehingga aspek kebersihan dan kesehatan bisa terjaga,” kata Iwan.

Meski demikian, ia mengakui belum seluruh dapur MBG di Tubaba bekerja sama dengan Bank Sampah. Integrasi tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing wilayah.

Ke depan, DLH akan terus melakukan pembinaan, pendampingan teknis, serta penguatan kelembagaan agar Bank Sampah berkembang menjadi gerakan mandiri masyarakat dan terintegrasi dengan sekolah, OPD, serta instansi lainnya.

“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor, Bank Sampah diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan Tubaba yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *