Fluktuasi Harga Warnai Akhir April, Pasar Tradisional Tubaba Tetap Terkendali

Foto : monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok oleh Diskoperindag Tubaba di Pasar Tradisional setempat

PIJAR MEDIA, TUBABA – Pergerakan harga sejumlah bahan pokok mewarnai aktivitas perdagangan di pasar tradisional Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada akhir April 2026. Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, secara umum kondisi harga dan pasokan dinilai masih stabil dan terkendali.

Pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tubaba menunjukkan bahwa sebagian besar bahan pokok tidak mengalami perubahan harga signifikan.

Kepala Diskoperindag Tubaba Achmad Nazaruddin, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Desmi Anwar, menyampaikan bahwa fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu ketersediaan barang di pasar.

“Secara umum harga masih stabil, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun stok tetap tersedia dan aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai merah besar tercatat naik dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau meningkat dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Komoditas bawang juga mengalami kenaikan. Harga bawang merah naik menjadi Rp38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp35.000. Bawang putih honan kini Rp32.000 per kilogram dan bawang putih kating Rp36.000 per kilogram. Sementara itu, bawang bombay tetap stabil di Rp17.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga beras masih relatif stabil. Beras medium berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.100 per kilogram, sedangkan beras premium Rp13.100 hingga Rp14.000 per kilogram. Beras SPHP dari Bulog dijual Rp12.000 per kilogram.

‘Harga gula pasir dan minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Gula pasir curah bertahan di Rp17.000 per kilogram, gula kemasan Rp16.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.000 per liter, serta minyak goreng premium Rp20.000 per liter. Produk Minyak Kita tetap di angka Rp15.700 per liter,” terang Desmi.

BACA JUGA :  Proyek RSUD Tubaba Rp128 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam mengalami penurunan tipis dari Rp37.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Telur ayam ras tetap di Rp28.000 per kilogram, sementara harga daging sapi tidak berubah, dengan paha belakang Rp125.000 per kilogram dan paha depan Rp120.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga udang basah naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Sementara ikan bandeng dan tongkol masing-masing tetap di Rp32.000 dan Rp30.000 per kilogram.

Sejumlah kebutuhan lain seperti tepung terigu, mie instan, tempe, tahu, serta berbagai jenis sayuran diantaranya tomat, kentang, sawi, dan kangkung terpantau stabil tanpa perubahan harga.

Selain bahan pangan, ketersediaan energi rumah tangga juga menjadi perhatian. Diskoperindag memastikan harga gas LPG 3 kg di tingkat pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp20.000 per tabung, dan tidak ditemukan kelangkaan di lapangan.

“Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan pasokan. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat. Dengan kondisi yang ada, pasar tradisional di Tubaba dinilai masih dalam keadaan aman, dengan fluktuasi harga yang terkendali dan wajar atau tidak signifikan mempengaruhi daya beli masyarakat,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *